Rumah yang bersih dan rapi tentu menjadi impian semua orang. Kondisi rumah yang rapi ternyata dapat mencerminkan karakter pemiliknya. Bisa dikatakan, orang tersebut memiliki kepribadian yang rajin, tertata, disiplin, dan termasuk orang yang memperhatikan kenyamanan.
Untuk membuat ruangan menjadi bersih dan rapi, tentunya Anda harus mulai membiasakan diri untuk berbenah dan meletakkan kembali barang-barang yang telah digunakan ke tempat semula. Hal ini tentu bukan sesuatu yang mudah jika Anda memiliki kebiasaan yang tidak disiplin. Namun, jangan khawatir, kebiasaan Anda dapat berubah jika cara berpikir Anda berubah.
Kegiatan berbenah tidak hanya sekadar merapikan dan membuang barang yang tidak diperlukan. Dalam merapikan rumah pun ada metode-metodenya. Hal ini tertuang dalam karya Marie Kondo yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up: Seni Beres-beres dan Metode Merapikan ala Jepang.
Buku yang menjadi #1 New York Times best seller tersebut memuat cara untuk membuang dan menata barang. Tidak hanya itu, buku ini pun dapat mengubah pola pikir dan kehidupan Anda.
Dalam buku tersebut dijelaskan membereskan rumah harus dilakukan secara sekaligus dan dalam jangka waktu yang sama. Berbenah sedikit-sedikit tiap hari berarti berbenah tanpa henti. Untuk mencegah kebiasaan acak-acakan, kuncinya justru adalah merapikan secara total.
Berbenah yang efektif hanya terdiri dari dua aktivitas esensial: membuang dan menentukan di mana harus menyimpan barang. Di antara keduanya, membuang harus didahulukan.
Biasanya orang akan terhambat untuk merapikan rumah karena merasa tidak tega dan lalai dalam hal membuang. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya Anda mempertimbangkan sebab, makna, dan peranan memiliki benda tersebut.
Jika Anda memiliki suatu benda karena keindahannya saat dibeli, maka benda tersebut telah memenuhi fungsinya, yaitu memberikan rasa bahagia. Namun, setelah dibeli ternyata Anda tidak pernah menyentuhnya karena alasan, contoh baju, kebesaran, maka benda tersebut telah mengajarkan bahwa ada sesuatu yang cocok dan tidak cocok untuk diri Anda.
Dari hal tersebut Anda dapat belajar untuk memahami tidak semua orang yang ditemui dapat menyukai Anda, pun sebaliknya. Selain itu, Anda juga dapat belajar bagaimana menghargai pendapat dan selera orang lain.
Untuk mulai berbenah, lakukanlah berdasarkan kategori, bukan lokasi. Sebagai contoh, mulai membenahi pakaian, buku, sepatu, lalu aksesoris. Jika Anda berbenah berdasarkan lokasi, Anda hanya mengulangi pekerjaan yang sama dibanyak tempat dan alhasil terus menerus berbenah tanpa ada habisnya.
Buku yang memiliki 206 halaman tersebut memuat secara lengkap cara menata barang-barang yang berukuran besar sampai kecil. Cara melipat, menyimpan, menata pakaian di lemari. Membedakan pakaian rumah, luar rumah, dan musiman. Bahkan hal-hal yang kecil seperti cara menyimpan kaus kaki pun di bahas dalam buku tersebut.
Selain itu, terdapat juga pembahasan mengenai penataan buku. Mulai memisahkan buku berdasarkan buku tak terbaca, yang boleh disimpan, sampai menyortir seriphan-serpihan kertas.
Berbenah merupakan salah satu keajaiban yang dapat membuat Anda percaya diri akan kemampuan untuk mengambil keputusan. Untuk itu, jika Anda mendambakan rumah yang rapi dan tertata disarankan untuk membaca buku ini. Selamat membaca!



Yuk berbenah!
BalasHapus