Menulis: Ide dan Kemauan - Sagara Aksara

Follow us

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 12 September 2019

Menulis: Ide dan Kemauan

Foto/Google

Sering kali ketika akan menulis aku merasa tidak mempunyai ide untuk mulai dari mana dan harus menulis tentang apa. Beberapa kali pula aku berhenti di tengah jalan karena bingung akan melanjutkan tulisan dengan cerita yang seperti apa. Meskipun selama ini aku selalu memotivasi diri dengan kalimat, "Tulis aja apa yang pengen kamu tulis, gak usah banyak mikir",  tetap saja terkadang mengalami kebingungan. Hingga waktu itu, seorang dosen membuat aku tersadar bahwa menulis itu gampang, asal ada kemauan.

Hari itu aku belajar mata kuliah Penulisan Features. Pembahasan kali ini mengenai sumber tulisan. Berdasarkan penjelasan dosenku, sumber tulisan dibagi menjadi empat macam, yaitu diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan referensi.

Beliau menjelaskan satu per satu dari keempat poin tersebut.

1. Diri sendiri

Dari diri sendiri, sumber tulisan dapat berasal dari:

a. Perasaan
Setiap hari, 24 jam, kita pasti mengalami berbagai perubahan suasana hati. Marah, sedih, kecewa, bahagia, berharap, gelisah. Setiap perasaan yang kita alami, bisa menjadi bahan tulisan.
Adakah dari kalian yang masih/ pernah menulis dairy? Kalau ada, kita sama. Karena aku tipe anak yang tertutup dan tidak terlalu suka bercerita, aku
akan menuliskan semua yang aku rasakan di diary. Tidak harus panjang, yang penting perasaanmu sudah tersalurkan.

Nah, jika sehari saja kita mengalami misalnya tiga kali perubahan emosi, dapat dihitung berapa tulisan yang kita buat pertahunnya sejak mulai bisa menuliskan sebuah cerita.
Contohnya.
Sehari mengalami tiga kali perubahan emosi. Kamu mulai bisa menulis cerita dari umur 10 tahun dan sekarang berusia 19 tahun, berarti sudah 9 tahun bisa menulis. Setahun terdapat 365 hari.
3 x 9 x 365 = 9.855.
Yap, ada 9.855 tulisan yang bisa kita tulis selama ini.

b. Pengalaman
Setiap orang pasti mengalami pengalaman yang berbeda. Pengalaman bisa didapatkan dari mana pun. Saat kita berangkat ke kampus  dikejar angsa atau melihat seorang anak terlihat bahagia disuapi oleh ibunya. Hal-hal kecil yang kita lihat/alami bisa menjadi bahan tulisan. Lagi-lagi kuncinya cuma satu, kemauan.

c. Pengetahuan
 Kalian sudah sekolah berapa tahun dari sejak SD? 9? 12? 13 tahun? Berapa mata kuliah/ pelajaran yang sudah kita dapatkan? 50? 70? Banyak! Sudah banyak ilmu yang kita dapatkan dari bangku sekolah. Mengapa tidak kita tuliskan? Selain menyebarkan pengetahuan, memberikan maanfaat untuk orang lain, bisa juga ringkasan pribadi untuk kita sendiri. Berbuat baik itu tidak ada ruginya, kok!

d. Pikiran
Sifat satu orang dengan lainnya pasti ada perbedaan, begitu pula dengan pemikiran. Beda kepala, beda isi. Perbedaan pendapat itu wajar. Kita bisa menulisakan pemikiran/ pandangan kita akan suatu hal.

e. Khayalan
Ini suatu hal yang kebanyakan orang pernah melakukannya.
"Andaikan aku bisa mendaki Gunung Semeru."
"Andaikan aku punya duit yang banyak buat keliling dunia."
"Aku pengen ke Jepang."
"Aku pengen dapet beasiswa ngelanjutin kuliah ke Turki/ Jepang."
"Nanti kalau udah kerja, semoga aku bisa beli villa di puncak dan punya perkebunan yang luas."
"Semoga aku nikahnya sama orang yang kaya dia."
Pokoknya tulis aja semua khayalan, keinginan, harapan kamu. Tulis aja dulu. Siapa tau nanti salah satu khayalan kamu bisa jadi kenyataan. Aamiin..

2. Orang lain

Sebagai makhluk sosial, sudah sewajarnya kita berinteraksi dengan orang lain. Dari interaksi itu, kita bisa mendengarkan, menemukan, memahami ilmu dan pengetahun baru. Kita pun bisa menuliskan pendapat dia mengenai suatu hal. Oleh sebab itu, perbanyaklah teman, perluas jaringan komunikasi agar pemikiranmu semakin terbuka dan  mendapat bahan untuk tulisanmu nantinya hehe.

3. Lingkungan

Nah, dari lingkungan pun dapat juga kita buat tulisan. Contohnya, saat kalian jenuh dengan tugas dan jalan-jalan, kalian menemukan pohon bunga matahari. Kita bisa menuliskan deskripsi mengenai tumbuhan bunga matahari tersebut. Selain dapat belajar untuk menulis deskripsi, kita juga bakalan terlatih untuk peka dan jeli akan sesuatu.

4. Referensi
Kita pun dapat menulis dari buku yang dibaca. Bisa menulis untuk melengkapi penugasan, meresensinya, atau membuat ringkasan/intisari dari bacaan itu. Katanya, dengan membaca buku dapat membuat lebih lancar dalam menulis. Sebab, kita telah mengantongi ilmu yang telah dibaca.
Referensi tidak hanya dari buku saja, di zaman sekarang teknologi sudah mulai berkembang. Kita bisa mencari informasi melalui internet. Tapi ingat, hati-hatilah dalam mencari informasi lewat internet, kita harus bisa menyaring mana informasi yang hoaks atau real.

-------------

Lebih kurang itulah sumber-sumber yang dapat kita jadikan bahan tulisan. Untuk perhitungan berapa banyak tulisan yang "seharusnya" sudah kita buat, kasusnya sama seperti di poin "perasaan". Coba kamu buat permisalan dan hitung jumlahnya.
Bagaimana? Banyakkan? BANYAK!
Tapi mengapa kita selalu saja merasa tidak ada ide ketika akan menulis. Kalau menurut dosenku, sebenarnya bukan karena tidak ada ide, ya emang dasarnya kitanya yang tidak ada kemauan. Benar? Entahlah.. Sepertinya iya, mungkin. Hahaha

Ada satu hal lagi yang sering menjadi kendala selain tidak punya ide, yaitu gak mood. Hahaha.
Sebenarnya mood itu apa sih? Kenapa kita sering kali mengikutinya? Huft. Jika terus-menerus mengikuti mood, kapan menulisnya?
Kita harus mulai sedikit melawan sifat moodyan. Dengan apa? Ciptakan mood. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam menulis. Jika kamu suka menulis sambil minum es matcha, lakukan. Jika kamu suka menulis sambil dengerin musik, boleh. Jika kamu suka menulis di tempat sepi, silakan. Buatlah kondisi senyaman mungkin, sesuai kesukaanmu untuk menciptakan mood.

Aku menulis ini untuk diriku sendiri. Agar aku ingat dan terbiasa untuk menulis. Aku pun berharap kalian menerapkan hal yang sama, ya meskipun jumlah tulisannya tidak akan sebanyak seperti perhitungan di atas, tapi apa salahnya jika memulai dari sekarang? Tidak ada kata terlambat untuk belajar, bukan? :)

"Masih berani bilang kalau kalian tidak punya ide menulis?" - Drs. Azhmy Fawzy My. M.Ikom.

Selamat mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here