![]() |
| Foto/ Tweak Library |
Kabar meninggalnya salah satu aktris Korea Selatan, Sulli f(x), membuat media sosial ramai beberapa hari terakhir. Kematiannya disebut-sebut akibat depresi lantaran membaca komentar negatif netizen di media sosial.
Tidak bisa dipungkiri, media sosial merupakan wadah untuk melakukan komunikasi dan mengutarakan pendapat. Namun, terkadang keberadaan media sosial digunakan untuk hal-hal yang negatif, seperti menebar kebencian, cemooh, atau hujatan.
Perbuatan seperti itu biasa dikenal dengan istilah cyberbullying, yaitu salah satu istilah yang merujuk pada tindakan kekerasan melalui media sosial atau internet. Dengan maraknya media sosial, tidak menutup kemungkinan seseorang menjadi korban atau bahkan pelaku cyberbullying.
Tindakan cyberbullying ini secara tidak langsung dapat mengganggu kesehatan mental. Seseorang yang menjadi korban cyberbullying dapat merasakan malu, depresi, bahkan hingga bunuh diri. Sebenarnya, hal apa saja yang bisa membuat seseorang melakukan tindakan cyberbullying?
Pelampiasan
Orang yang pernah menjadi korban bullying di kehidupan nyata, besar kemungkinan akan melampiaskan perasaannya di media sosial dengan menjadi pelaku cyberbullying. Dengan mudahnya memalsukan identitas, sumpah serapah dapat dengan mudah dituangkan di media sosial.
Pelampiasan ini merupakan sebagai bentuk kekesalannya. Seseorang yang menjadi korban di dunia nyata akan merasa puas jika sudah mencaci maki orang lain di media sosial.
Mencari Kesenangan
Terkadang, secara tidak sadar seseorang mengolok-olok temannya. Mungkin bagi pelaku awalnya hanya iseng atau sekadar bercanda, namun biasanya pelaku akan terus melakukan hal tersebut sebelum dirinya merasa puas.
Pelaku akan merasa senang jika melihat korban merasa sedih karena komentar yang ditulisnya. Pelaku tersebut mungkin tidak sadar, tindakannya dapat membuat korban kehilangan kepercayaan diri bahkan membenci dirinya sendiri.
Mencari Perhatian
Keluarga menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan seorang anak. Keluarga yang harmonis dapat membuat seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang terbuka dan penuh kasih sayang, seperti yang diperlihatkan oleh orang tuanya.
Namun, seorang anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua cenderung melakukan tindakan negatif, seperti cyberbullying. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan perhatian, pelaku akan mencari sensasi contohnya dengan menuliskan hujatan atau cemoohan.
Iri
Seseorang yang tidak memiliki rasa percaya diri tinggi akan mencari cara untuk melampiaskannya dengan mencari kekurangan dan kelemahan orang lain. Biasanya, orang ini memiliki sifat tertutup dan minder akan keberadaan dirinya.
Oang tersebut merasa dirinya tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, oleh sebab itu mencoba mencari kelemahan orang lain agar merasa ada kesamaan.
Tidak Bijak Bersosial Media
Media sosial seharusnya digunakan untuk ajang berkomunikasi dan bersosialisasi, bukan menjatuhkan harga diri atau menebar benci. Seseorang yang melakukan cyberbullying biasanya tidak menyadari akan fungsi media sosial.
Orang tersebut malah dengan senang dan bangganya menuliskan kalimat-kalimat negatif untuk menjatuhkan orang yang tidak disukai. Padahal, banyak hal positif yang bisa diambil dari media sosial jika bisa memanfaatkannya dengan bijaksana.
Itulah beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi pelaku cyberbullying. Perilaku cyberbullying sudah seharusnya dihentikan. Untuk itu, biasakan untuk saring terlebih dalu apa pun yang akan ditulis di media sosial sebelum menyebarkannya.


Artikelnya keren nih.. Semoga segera hilang deh netizen yang suka komen kasar
BalasHapusAamiin, lebih baik berkata baik atau diam, betul tidak?
HapusWah, emang nih lagi booming banget cyberbullying... Ternyata berdampak buat mental jg ya...
BalasHapusIyaa benar sekali, makanya harus berhati-hati dalam menuliskan sesuatu.
HapusJarimu harimaumu
BalasHapusYap, jangan sampai apa yang kita tulis membunuh sesorang secara perlahan yaaa!
HapusBahaya juga yaa cyberbullying
BalasHapusBenar, hati-hati ya dalam mengetik sesuatu..
HapusBener2 bermanfaat ��, netijen perlu tau soal edukasi menggunakan medsos nih
BalasHapusBetul, jadilah netizen yang bijak dan cerdas, setuju?
Hapuswah bagus nih
BalasHapusTerima kasih kakak, semoga bermanfaat:)
HapusWah Terimakasih ilmunya kaaaa
BalasHapusSama-sama, semoga bermanfaat ya kak!
HapusWahh keren nih artikel,,,bisa menyadarkan netizen nihh klo sosmed bkn wadah untuk mencaci maki seseorang
BalasHapusTerima kasih, jadikanlah media sosial sebagai tempat untuk bersosialisasi, bukan caci maki:)
HapusArtikel yang bagus nih.. supaya kita sebagai warganet bisa lebih cerdas dalam bersosial media , kerenn
BalasHapusTerima kasih kakak, mari bijak bersosial media ya
HapusJagalah jarimu, jarimu harimaumu hehe
BalasHapusYuk bijak bersosial media!
HapusMantul artikelnya 👍
BalasHapusTerima kasih, semoga bermanfaat kakak:)
HapusArtikel yang bagus. Setuju, membiasakan diri untuk saring dulu tulisan di medsos sebelum menyebarkannya.
BalasHapusTerima kasih kakak. Betul sekali, jangan biasakan langsung share tanpa klarifikasi dan konfirmasi, ya!
HapusSemoga orang-orang di dunia maya bisa lebih bijak menggunakan media sosial mereka dan gak ada lagi kasus cyberbullying yg berakhir menyedihkan seperti Sulli😥
BalasHapusIyaa, yuk mulai dari diri sendiri untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial:)
Hapusada satu lagi kak, efek gabut alias gaada kerjaan. kalau ada yang cyberbullying dengan alasan ini, bener-bener bodoh banget sih
BalasHapusWah terima kasih masukannya. Mending ngerjain tugas ya kak daripada nyakitin orang😅
Hapusartikel ini harus dibaca buat semua orang terutama yang suka komentar asal jeplak nih. Makasih artikelnya bermanfaat bgt
BalasHapusTerima kasih kakak:)
HapusKetika kita berkomentar dengan merendahkan orang yg melakulan cyber bullying, apakah kita termasuk pelaku cyber bullying itu? Dengan kata lain kita merendahkan diri kita sendiri?
BalasHapusTergantung, jika komentar kita dilakukan dengan baik-baik tanpa merendahkan si pelaku cyberbullying, menurut saya, kita tidak termasuk pelaku cyberbullying tersebut. Kan tujuan kita untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa apa yang si pelaku lakukan itu bukan suatu hal yang baik.. Hehe Koreksi kalo pendapat saya salah ya kak:)
HapusOrg yg suka ngebully di socmed, ternyata bisa karena dia sering dibully juga yaa it's so tragic
BalasHapusIya, mengerikan ya. Dari korban menjadi pelaku. Miris.
Hapushati-hati dalam berkomentar huaaa. ngeri bgt, btw aku suka tulisan kamuuu
BalasHapusTerima kasih kakak, semoga bermanfaat:)
HapusArtikelnya bermanfaat banget nih di zaman sekarang. Soalnya banyaknyang ga bijak bersosial media
BalasHapusTerima kasih kakak, semoga bisa diambil pelajaran dari hal-hal baik dari artikel yang saya tulis hehe
HapusMakanya diperlukan banget nih edukasi bijak dalam bersosial media. Agar tak ada lagi korban dari cyberbullying
BalasHapusBenar. Peran keluarga dan orang terdekat sangat penting dalam penggunaan media sosial
HapusBagus nih artikelnyaaa ..
BalasHapusTerima kasih, ya..
HapusBisa ambil pelajaran dari artiker diatas
BalasHapusMari bijak bersosial media
HapusBukan cuma mulut yang bisa pedes. Jari juga bisa jadi pedes ya. Ckckck.
BalasHapusBenerrr, miris ya kak
HapusArtikelnya bagus banget nih
BalasHapusTerima kasih kakak. Semoga bermanfaat yaa
Hapusharusnya yg mau punya sosmed ditest psikologi dulu aja biar ga suka cyberbullying😡
BalasHapusBoleh nih sarannya😂
HapusStop bullying
BalasHapusYuk!
HapusBaguss dan bermanfaat bgtt nii artikelnyaaa
BalasHapusTerima kasih kakak:)
HapusBagaimana pun tetep tidak dibenarkan si yang namanya bullying, efek psikologisnya bisa sampe dewasa, nice artikelll
BalasHapusIya kak. Kita gak pernah tau kondisi psikis seseorang..
HapusBener bangeett sulli adalah satu dari sekian banyak orang yang sudah tidak kuat dengan cyberbullying :(
BalasHapusNah iya, semoga tidak ada nasib seperti Sulli lagi ya
HapusBullying adalah pembunuhan secara perlahan. Kacaau
BalasHapusBenar. Hati-hati dalam berkomentar ya kak!
Hapus